Minggu, 31 Mei 2015

Daya Saing Bank di Indonesia Dalam Menghadapi MEA

Tak terasa tahun 2015 kita jalani, cepat atau lambat masyarakat asean akan terkoneksi satu dengan yang lainnya. Salah satu hal yang sudah kita rasakan adalah bepergian ke negara ASEAN tanpa menggunakan visa. Banyak warga di Indonesia pesimis akan daya saing Indonesia dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Banyak sekali hambatan di Indonesia semisal birokrasi, infrastruktur, dan kepastian hukum. Namun kita jangan mudah pasrah akan peluang itu, Bangsa Indonesia memiliki DNA Sejarah bisa menguasai wilayah hingga ASEAN saat jaman Majapahit dan Sriwijaya.
Kita musti berpikir sejenak dan tenang dalam menghadapi MEA, sehingga kita bisa meningkatkan kemampuan diri guna bersaing di kawasan ASEAN. Kembali pada permasalahan perbankan di ASEAN, jauh sebelum direncanakan MEA sebenarnya bank kepemilikan asing di Indonesia sudah menjamur. Bahkan secara organik maupun anorganik kekuatan modal mengakuisisi bank dan lembaga keuangan di Indonesia, tentu saja tujuan utama adalah menghasilkan modal. Tidak hanya mengubah nama atau menggabungkan nama, namun ada pula akuisisi modal asing tersebut tanpa merubah nama sama sekali namun jelas halnya kepemilikan asing menjadi mayoritas di bank tersebut sehingga hasil laba berupa dividen bisa diambil secara maksimal.
Saat ini Indonesia dikaruniai oleh Tuhan sumber daya alam beserta sumber daya manusia yang produktif, dan tentu saja itu menjadi pasar yang cemerlang. Oleh karena itu jangan heran jika bank kepemilikan asing sudah mulai membuka cabang di kota besar di Indonesia bahkan mereka berani membuka cabang di kota non ibukota provinsi. Lebih berani lagi bank kepemilikan asing tersebut telah merambah segmen mikro yang sejatinya telah menjadi core bisnis dari BRI. Saat ini Indonesia memiliki bank ratusan jumlahnya belum lagi ditambah dengan BPR dan lembaga pembiayaan lainnya. Selama ini terkesan jalan masing-masing tanpa ada strategi bersama. Bank dengan core bisnis korporasi sudah masuk ke segmen mikro begitu pula bank segmen mikro telah merambah ke segmen korporasi sehingga tidak ada kompetitif advantage.
Muncul hangat wacana strategi merger ataupun akuisisi bank milik pemerintah, yang menimbulkan banyak opini publik. Merger pernah dilakukan pemerintah saat terjadu krisis tahun 1998 sehingga untuk menyehatkan bank dimerger dan dilakukan treatment sehingga bank tersebut tumbuh sehat kembali. Bedanya saat ini kalaupun bank milik pemerintah dimerger masih kalah besar dibandingkan dengan DBS, OCBC, CIMB, Maybank.
Jika wacana merger untuk membiayai perusahaan di Indonesia yang sudah mulai besar yaitu semisal Pertamina, PGAS, Semen Indonesia maka sejatinya pemberian kredit dengan nominal yang besar bisa dilakukan melalui sindikasi. Melalui sindikasi maka risiko kredit akan dibagi secara merata antar bank peserta sindikasi sehingga apabila terjadi kerugian tidak akan menimbulkan gejolak yang berarti. Sebagai contoh pengadaan kereta commuter line di Jakarta pun dilakukan melalui sindikasi sehingga bank di Indonesia berpengalaman.
Hal yang bisa saya usulkan adalah konsolidasi segmen antar bank, BRI fokus ke mikro, BTN fokus ke perumahan, BNI fokus ke Infrastruktur dan consumer and retail, Mandiri fokus ke korporasi. Sehingga tidak ada saling sikut antar bank di Indonesia. Jangan ada perang bunga simpanan jika hanya untuk menaikkan nilai aset, justru melalui perang bunga pemilik uang yang besar lah yang akan menang karena mereka akan mendapatkan bunga spesial dan akan menggerus margin laba bank. Jika pemerintah ingin menunjukkan gengsi dengan membuka cabang di negara ASEAN mengapa sejak tahun 1960 hingga sekarang hanya BNI yang membuka kantor cabang secara full branch di Singapura sedangkan bank kepemilikan asing bebas membuka cabang di Indonesia. Berarti selama ini asas resiprokal untuk membuka cabang di negara ASEAN kurang diperjuangkan dan hanya baru-baru ini diperjuangkan dengan bukti dilakukan penandanganan MoU antara pemerintah dengan otoritas keuangan Malaysia untuk dibolehkan mencicil modal dasar yang terlalu besar untuk membuka kantor cabang di Malaysia padahal bank dibandingkan pembukaan kantor cabang di Indonesia. Butuh modal sekitar 300 juta ringgit atau senilai Rp1,07 trilyun untuk membuka cabang di Malaysia sedangkan aturan bank asing boleh beroperasi di Indonesia tahun 1968 minimal hanya 1 juta dollar.
Miris memang jika melihat bank kita disuruh bersaing dengan bank lain namun pemerintah sendiri kurang memperjuangkan dengan contoh pemerintah selalu menarik dividen yang besar dari BUMN padahal jika pemerintah tidak menarik dividen dan mengembangkannya untuk operasinal BUMN maka mungkin BUMN di Indonesia bisa bersaing dengan Termasuk Singapura maupun Khazanah Malaysia.

Senin, 04 Mei 2015



PEMBENTUKAN PORTOFOLIO OPTIMAL SAHAM-SAHAM
PADA PERIODE BULLISH DI BURSA EFEK INDONESIA



BAB 1


LATAR BELAKANG


Pembentukan Portofolio Optimal Saham-Saham Pada Periode Bullish Di
Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menyusun portofolio
optimal saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan
model indeks tunggal pada periode Bullish.
Hasilnya adalah tersusunnya sebuah portofolio saham
yang terdiri dari empat saham, yaitu ASRI (48,72%), INDF (28,24%), BBNI
(16,32%), dan BKSL (6.71%).

BAB 2


TUJUAN PENILITIAN



Pengujian portofolio optimal yang dilakukan dengan menggunakan model
indeks tunggal telah membuktikan bahwa model ini memungkinkan untuk mendapatkan
kinerja portofolio yang optimal.Bayumashudi (2006) dalam Yuniarti (2010)
melakukan penelitian terhadap sahamsaham LQ45 di BEI, menghasilkan portofolio
yang optimal dengan nilai kinerja baik dan efisien yang menghasilkan return yang lebih
tinggi dibandingkan return pasar.

BAB 3


METODE PENELITIAN



Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang didasarkan atas survei terhadap
objek penelitian. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk membentuk portofolio optimal
saham-saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan model
indeks tunggal.
Instrumen investasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah harga saham penutupan
setiap akhir bulan, IHSG akhir bulan, dan suku bunga SBI bulanan pada periode
2009-2011. Proses analisis menggunakan model indeks
tunggal. Analisis data yang digunakan untuk menentukan set portofolio yang efisien
adalah menggunakan model indeks tunggal.


BAB 4

HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil Perhitungan Excess Return to Beta (ERB) dan nilai Ci Masing-Masing Saham
Excess return to beta (ERB) digunakan untuk mengukur kelebihan return relatif
terhadap satu unit risiko yang tidak dapat didiversifikasikan yang diukur dengan beta.
Portofolio optimal akan berisi aktiva-aktiva yang mempunyai nilai rasio ERB yang tinggi.
Rasio ERB yang rendah tidak dimasukkan ke dalam portofolio optimal. Nilai Ci merupakan
hasil bagi varian pasar dan return premium terhadap variance residual error saham
dengan varian pasar pada sensitivitas saham individual terhadap variance residual
error saham.Penelitian ini juga menemukan 11 saham yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam
kandidat portofolio yang optimal, karena nilai ERB masing-masing saham lebih besar
dari nilai masing-masing Ci-nya.
2.Menentukan Cut-off Point (C*)
Nilai cut-off point (C*) adalah nilai Ci maksimum dari sederetan nilai Ci saham.

3. Menentukan Saham Kandidat Portofolio Saham-saham yang membentuk portofolio
optimal adalah saham-saham yang mempunyai nilai ERB lebih besar atau sama dengan
nilai ERB di titik C* sebesar 0,0260744.


BAB 5


KESIMPULAN


Setelah melakukan analisis pembentukan portofolio optimal menggunakan model
indeks tunggal di Bursa Efek Indonesia dalam periode 2009-2011, maka implikasi penelitian
ini adalah untuk beberapa periode ke depan investor masih dapat berinvestasi
pada saham ASRI, INDF, BBNI, dan BKSL. Investasi masih bisa dilakukan pada saham
perusahaan-perusahaan tersebut karena pasar modal dan suku bunga SBI belum menunjukkan
perubahan yang signifikan dibandingkan periode pengamatan. Bagi perusahaan
yang sahamnya belum masuk ke dalam kandidat portofolio optimal dapat meningkatkan
lagi kinerjanya sehingga kinerja sahamnya akan semakin baik. Investor sebaiknya
selalu mengevaluasi secara berkala terhadap portofolio optimal yang terbentuk.
Selain itu, investor hendaknya selalu mengikuti perkembangan pasar modal sehingga
dapat segera bertindak bila ada perubahan dalam harga saham yang dapat mempengaruhi
investasi.


DAFTAR PUSAKA

DAFTAR PUSTAKA
Husnan, S. (2001) Dasar-Dasar Teori Portofolio Dan Analisis Sekuritas. Edisi Ketiga.
Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Jogiyanto (2007) Teori Portofolio dan Analisis
Investasi. Yogyakarta: BPFE.

Markowitz, H. (1952) “Portfolio Selection”.
The Journal of Finance, 7(1).

Suherman, G. (2007) “Analisis Kinerja Portofolio
Optimal Saham Sektor Pertanian, Pertambangan, dan Infrastruktur,
Utilitas & Transportasi Pada Bursa Efek Indonesia”.
Jurnal Ichsan Gorontalo, Vol. 2, No. 3 (Agustus-Oktober), 2007:1045- 1060.

Sukarno, M. (2007) “Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham Menggunakan
Metode Single Indeks di Bursa Efek Jakarta.

Sulasih (2008) “Analisis Resiko dan Tingkat Pengembalian Pada Portofolio OptimalSaham
LQ 45 Di Bursa Efek Jakarta”,
http://jurnal.pdii.lipi.go.id

Tandelilin, Ed. (2001) “Beta pada Pasar Bullish dan Bearish: Studi Empiris di Bursa
Efek Jakarta”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, 16(3).

Wardjianto (2005) “Perbandingan Kinerja Portofolio Saham Pada Pasar Bullish dan
Bearish: Studi Empiris pada Sahamsaham Jakarta Islamic Index (JII) BEJ”.
Tesis. Tidak Dipublikasikan. Program Studi Magister Manajemen Program
Pascasarjana Universitas Diponegoro,Semarang.

Yuniarti, Sari (2010) “Pembentukan Portofolio Saham-Saham Perbankan dengan
Menggunakan Model Indeks Tunggal”. Jurnal Keuangan dan Perbankan, 14(3),
459-466.

Minggu, 29 Maret 2015

Dampak Pemilu 2014 terhadap Perekonomian Indonesia

DAMPAK PEMILU 2014 TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA

Tahun 2014 merupakan tahun politik yang dikhawatirkan akan menimbulkan sedikit kebisingan dan kegaduhan politik. Ditambah dengan adanya suksesi kepemimpinan nasional, sedikit-banyak hal ini akan mempengaruhi perekonomian Indonesia.

Setelah Indonesia berhasil menyelenggarakan pemilihan Anggota Legislatif (DPR-RI) periode 2014-2019 secara demokratis, kita perlu bersyukur bahwa masa kampanye Pilpres untuk memilih Presiden RI periode 2014-2019 secara umum berlangsung secara aman, tertib dan damai. Hal ini semakin menegaskan kualitas dan kematangan berdemokrasi di Indonesia pasca-reformasi semakin baik. Hal ini penting karena tertib dan terkendalinya stabilitas politik, keamanan dan ketertiban semasa kampanye merupakan prime-causa berjalan baiknya pembangunan ekonomi suatu negara. Praktis tidak ada satupun negara di dunia mampu memajukan perekonomiannya di tengah ketidakstabilan politik dan keamanan.
Ketika Pilpres berjalan secara aman, demokratis dan tertib maka dipastikan ekonomi setelah Pilpres akan semakin meningkat. Hal ini terjadi karena beberapa faktor. Pertama, dengan hadirnya Presiden dan Kabinet baru akan meningkatkan ekspektasi dari masyarakat dan dunia usaha. Presiden dan Kabinet Baru dipastikan mengusung tema perubahan dan perbaikan dari periode sebelumnya. Selain itu juga, Presiden dan Kabinet Baru akan berusaha sekuat tenaga mewujudkan janji-janji politik semasa kampanye Pilpres.
Kedua, terjaganya situasi aman dan tertib akan semakin meningkatkan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. Investor baik di pasar modal maupun sector riil sangat sensitive terhadap stabilitas politik karena dapat mengganggu perencanaan dan imbal balik investasi mereka. Terlebih investasi di sector riil dan infrastruktur yang bersifat jangka panjang. BKPM sendiri menargetkan bahwa sepanjang 2014 diharapkan adanya realisasi investasi di atas Rp. 456,6 triliun. Optimisme hal ini terwujud juga tercermin pada realisasi investasi kuartal I-2014 yang mencapai Rp. 106,6 triliun dan meningkat sebesar 14,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ketiga, dengan terjaganya situasi aman dan tenang selama Pilpres maka akan semakin menegaskan bahwa Indonesia menjadi Negara tujuan investasi penting di Asia-Pasifik. Seiring dengan semakin membesarnya jumlah kelas menengah, kebijakan industrialisasi dan hilirisasi, pembangunan infrastruktur serta strategi pengelolaan inflasi yang terpadu akan mendorong ke dua sisi aspek ekonomi baik dari sisi permintaan maupun pasokan. Capital-inflow baik untuk pasar modal maupun investasi juga diprediksi akan semakin meningkat. Hal ini juga diperkuat dengan komitmen yang tinggi dari Pemerintah untuk terus menjaga fundamental perekonomian nasional.
Tentunya kita semua berharap akan halnya pasca Pilpres 2004 dan 2009 bahwa semua kontestasi politik electoral berakhir setelah terpilihnya Presiden hasil pemungutan suara langsung. Masing-masing pendukung, relawan dan tim-sukses harus menerima siapapun yang diberikan mandate oleh rakyat, berupa suara terbanyak. Prinsip siap menang dan siap kalah merupakan keniscayaan di era demokrasi. Dukungan dari semua pihak siapapun nantinya yang akan terpilih sebagai Presiden RI 2014-2019 merupakan modal penting bagi bangsa ini untuk menyukseskan pembangunan ekonomi lima tahun mendatang.
Tidak perlu terlalu pesimistis dan khawatir terhadap hajatan politik 2014, karena hajatan politik dengan dana triliunan rupiah dapat menjadi kebijakan countercyclical yang dapat menstimulus perekonomian Indonesia. Seberapa besar dampak pengungkit Pemilu 2014 terhadap perekonomian Indonesia sangat bergantung pada seberapa besar uang yang beredar dalam perekonomian sebagai akibat dari kegiatan Pemilu 2014. Hal ini juga bergantung pada bagaimana dana tersebut dialokasikan.

Gelaran pesta demokrasi di Indonesia kali ini disebut tidak akan memberikan dampak positif bagi perekonomian rakyat. Pasalnya, meski belanja partai untuk kampanye meningkat, namun tidak berdampak signifikan karena pasar Indonesia disesaki oleh barang impor.
Pengamat INDEF, Enny Sri Hartati, mengatakan ketergantungan pemerintah pada impor membuat belanja partai justru menguntungkan negara lain tanpa menghidupkan industri dalam negeri. "Pemilu 2009 waktu itu neraca perdagangan kita masih surplus karena masih dipenuhi dalam negeri berarti industri kita bergerak. Peningkatan belanja parpol ada multi efek ke produksi ini akselerasi ekonomi. Sekarang banyak dipenuhi impor ke pertumbuhan terbatas. Kontribusi pemilu terbatas 2014 ini," ucap Enny di Jakarta, Rabu (2/4).

Selain itu, sifat pemerintah yang rajin impor juga disebabkan karena tingginya inflasi di Indonesia. Inflasi membuat produksi dalam negeri terhambat karena tingginya harga.

Kondisi ini juga berbeda dengan Pemilu 2009 silam, di mana sebelum pemilu Presiden SBY masih sempat menurunkan harga BBM subsidi. "2009 masih sempat menurunkan BBM jadi inflasi menjadi kecil dan daya beli terjaga. Jadi ada dampak ke pertumbuhan perekonomian," tutupnya.

Data menunjukkan bahwa biaya investasi politik/dana kampanye bagi para calon legislator sebesar Rp 750 juta-1 miliar per caleg DPR dan sebesar Rp 250-500 juta per caleg DPRD provinsi. Dengan mengalikan dana investasi politik tersebut dengan jumlah calon legislator yang berlaga dalam Pemilu 2014, yaitu 6.708 (caleg DPR), 929 (caleg DPD), 23.287 (caleg DPRD provinsi), dan 200.874 (caleg DPRD kabupatan/kota), akan diperoleh perkiraan jumlah dana yang bergulir dalam perekonomian.

Suntikan dana sebesar Rp 115 triliun merupakan berkah tersendiri di tengah kelesuan perekonomian saat ini. Berdasarkan pengalaman Pemilu 2009 dan alokasi dana APBN, dana Pemilu 2014 akan dibelanjakan di sektor-sektor yang berkaitan dengan aktivitas kampanye, yaitu 17,99 persen (industri kertas, percetakan, dan barang dari kertas), 12,46 persen (industri tekstil dan pakaian), 17,5 persen (transportasi dan telekomunikasi), 12,1 persen (industri manufaktur), 13,18 persen (hotel dan restoran), serta 6 persen (jasa swasta, iklan, dan lainnya). Sektor-sektor inilah yang akan diuntungkan dengan adanya Pemilu 2014.

Estimasi Dartanto, Nowansyah, dan Fairu (2014), dengan menggunakan tabel input-output 2010 menunjukkan bahwa dana Rp 115 triliun yang berputar selama Pemilu 2014 akan membangkitkan dampak tidak langsung dalam perekonomian sebesar Rp 89 triliun. Jadi, dampak langsung dan tidak langsung Pemilu 2014 adalah sebesar Rp 205 triliun. Dampak tidak langsung dihasilkan oleh multiplier effect kegiatan kampanye yang menggairahkan aktivitas ekonomi. Contohnya, kegiatan percetakan suara serta alat peraga kampanye tidak hanya mendorong aktivitas di sektor tersebut, tapi juga akan meningkatkan aktivitas industri kertas, cat, buruh cetak, serta backward and forward linkage lainnya dalam perekonomian.

Melihat besarnya dana yang bergulir dalam Pemilu 2014, target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen pada 2014 bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Dengan skenario moderat-optimistis, aktivitas Pemilu 2014 akan mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 0,5-0,7 persen. Sektor-sektor industri yang tumbuh cemerlang dengan adanya Pemilu 2014 adalah industri kertas dan percetakan (7,54 persen), industri tekstil dan pakaian jadi (2,85 persen), transportasi dan telekomunikasi (1,37 persen), serta hotel dan restoran (1,65 persen).

Jika kita melihat dampak Pemilu 2014 terhadap penciptaan lapangan kerja, tidak ada ruang pesimisme dalam melihat perekonomian Indonesia pada 2014. Aktivitas Pemilu 2014 akan mendorong terciptanya kesempatan kerja untuk 2,48 juta orang, di mana sebesar 217 ribu kesempatan kerja tercipta di sektor industri tekstil dan pakaian jadi, 170 ribu di sektor transportasi dan telekomunikasi, dan 113 ribu di sektor industri kertas dan percetakan.

Yang paling menggembirakan adalah terciptanya kesempatan kerja sekitar 894 ribu di sektor jasa-jasa lainnya (yang tidak jelas batasannya), termasuk aktivitas pengerahan massa dalam kegiatan kampanye dan saksi-saksi dalam pemilu. Walaupun kesempatan kerja yang tercipta sebagian besar bukan kesempatan kerja tetap, hal ini sudah cukup memberi manfaat yang besar dalam membantu mengurangi angka pengangguran di Indonesia.

Biasanya sektor-sektor yang tumbuh signifikan saat pemilu adalah sektor transportasi dan komunikasi, listrik, gas, dan air bersih, jasa-jasa, kontruksi, pertanian, dan keuangan. Sementara sektor yang turun adalah pertambangan dan perdagangan.
Lain halnya menurut pernyataan Sunarsip menilai, Pemilu 2014 tidak berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia dikarenakan beberapa hal. Di antaranya, regulasi penyelanggara dan pengawas pemilu ketat, minimnya jumlah keikutsertaan partai politik, serta mudah ditebaknya siapa pemenang pemilu 2014.
"Dampak ekonominya rendah, kenapa kecil? Karena peta politik tahun 2014 sudah berbeda 2009 dan 2004. Kontestan sekarang sudah bisa ketebak, regulasi KPU dan Bawaslu semakin ketat," ujar Sunarsip.
Selain itu, kata Sunarsip, jumlah kampanye terbuka semakin sedikit. Apalagi, penggunaan media kampanye kini relatif beragam, seperti lewat media jejaring sosial. Dampak ekonomi riil bagi pelaku usaha pun berkurang drastis.
Masyarakat sangat berharap dari pelaksanaan Pemilu 2014 dapat bermanfaat secara positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Setidaknya, pada saat pelaksanaan Pemilu diharapkan terjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi disumbangkan oleh tingkat konsumsi seputar pelaksanaan pemilu. Peningkatan konsumsi ini didorong dengan tingkat konsumsi di beberapa sektor, seperti sektor energi dan transportasi. Banyak kalangan juga menyakini bahwa kelancaran dan kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2014 akan memudahkan pencapaian target pertumbuhan ekonomi sebesa 6% pada 2014 atau sebaliknya kegagalan pelaksanaan Pemilu 2014 juga akan berdampak negatif terhadap perekonomian nasional.
Disamping itu, Pemerintah hasil Pemilu 2014 diharapkan memperbaiki sektor ekonomi mikro, karena angka pengangguran, kemiskinan masih tinggi, kesenjangan yang cukup besar antara orang kaya semakin kaya, infrastruktur, khususnya jalan dan listrik belum memadai dan perizinan investasi masih belum sesuai harapan. Pemerintah perlu membuka kesempatan kerja produktif untuk mengurangi pengangguran dan kemiskinan. Kondisi ini ditunjang dengan meningkatnya jumlah masyarakat kelas menengah yang lebih dari 5 juta jiwa, sementara dari segi demografi usia mereka berkisar antara 35 tahun hingga 40 tahun. Beberapa sektor industri yang dapat dipacu untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi pada 2014 antara lain industri alat transportasi, industri logam dasar, barang logam, mesin dan elektronik, industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi, industri makanan, serta industri kertas, barang dari kertas dan percetakan.
Meskipun demikian, dalam upayanya mengejar target pertumbuhan ekonomi 2014, pemerintahan hasil Pemilu 2014 diperkirakan masih akan menghadapi sejumlah kendala antara lain, biaya produksi yang meningkat akibat kenaikan upah minimum regional, kenaikan tarif dasar listrik, kenaikan harga gas, tertekannya kinerja industri manufaktur,bencana banjir, termasuk aksi unjuk rasa buruh yang semakin pasif yang terjadi sejak awal 2014.
Jika melirik kepada pendapat Dudley Seers, ekonom pembangunan dari Oxford menulis The Meaning of Development (1970), tolok ukur pembangunan ada tiga yaitu apa yang terjadi dengan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan. Jika salah satu memburuk, sangatlah aneh disebut pembangunan meski pendapatan berlipat. Maka, selama ini belum dapat dinilai ada pembangunan di Indonesia.
Oleh karena itu, politisi dalam kampanye Pemilu 2014 jangan terlalu janji muluk-muluk, bahkan jangan terlalu mengkultusindividukan atau mematok seseorang pasti akan bisa menjadi Presiden, karena semuanya dapat berdampak buruk setelah Pemilu 2014, seperti dikatakan Mathew Flinders.
Mathew Flinders dalam Defending Politics : Why Democracy Matters in Twentieth Century (2012) mengatakan bahwa, apatisme politik kerap berawal dari ketergantungan politisi terhadap konstituen. Ini yang membuat mereka mengumbar janji-janji populis, sementara rakyat mempercayai janji-janji tersebut tanpa syarat. Dalam kondisi demikian, jalan untuk merehabilitasi ranah politik membutuhnya hadirnya kedewasaan berpolitik.

Sumber :

Rabu, 26 November 2014

Rencana Bisnis Di Masa Depan

Salam sejahtera bagi kita semua

Dalam postingan ini, saya Candraditya Pradipta ingin berbagi cerita mengenai
“Rencana Bisnis di Masa Depan”, so enjoy it.

Dalam dunia bisnis yang kita ketahui bahwa untuk menjalankan suatu pekerjaan di dunia bisnis sangatlah tidak mudah. Seperti yang saya sudah jelaskan di postingan mengenai kewirausahaan, kita harus berpikir secara kritis dan inovatif dalam menjalankan suatu bisnis.
Pertama, bisnis yang akan saya jelaskan adalah bisnis di bidang kuliner. Mengapa? karena bagi saya di Indonesia banyak sekali yang sangat menyukai kuliner dari kalangan domestic hingga international.
Kedua, Konsep seperti apa yang akan saya jalankan di bidang kuliner ini? Baik, konsep yang akan saya jelaskan adalah membuka sebuah restoran dengan konsep makan bersama binatang peliharaan seperti hamster, anjing , kucing dan kelinci.

Ketiga, Apakah dengan adanya binatang di dalam restoran tidak mengganggu para pengunjung yang sedang makan? Konsep yang saya terapkan adalah sistem outdoor maupun indoor, Mengapa? Karena tidak setiap pengunjung berani berkumpul dengan hewan, bahkan ada yang hanya ingin makan dan melihat tanpa harus memegangnya. Maka dari itu konsep indoor yang saya buat adalah view yang diluarnya teerdapat binatang-binatang jadi kita bisa langsung melihat tingkah laku yang dilakukan para binatang.
Keempat, lalu bagaimana dengan para pelanggan yang ingin makan bersama hewan tersebut? Nah maka dari itu saya membuat konsep outdoor yaitu konsep dimana para pelanggan bisa memilih ingin makan bersama langsung di ruangan kucing , anjing bahkan hingga kelinci. Dan para pelanggan bebas berinteraksi secara langsung dengan hewan tersebut. Untuk peliharaan anjing dan kucing adalah milik pribadi, sedangkan kelinci dan hamster saya membeli di breeder.
Baik langsung saja saya akan memberikan nama untuk restoran saya yaitu “Animal Café”

  • Berapa modal yang diperlukan dalam menjalankan bisnis tersebut?
    Modal yang diperlukan memang dapat digolongkan besar, karena banyak yang biaya yang kami butuhkan dan lahan yang luas untuk membuat restoran dengan konsep seperti itu, baik berikut ini perinciannya.
Yang Dibutuhkan
Harga
Sewa lahan 500m beserta gedung (1 tahun ) Rp. 75.000.000
Renovasi Rp. 25.000.000
Peralatan ( Meja , Kursi , Peralatan Dapur dsb ) + Dekorasi Rp. 15.000.000
Bahan Makanan Cafe (1 hari) Rp. 2.000.000
Perawatan Hewan (7 hari) :
Hamster ( 20 ekor )
Kelinci ( 10 ekor )
Anjing ( 5 ekor)
Kucing ( 5 ekor )
Rp. 5.000.000
Rp. 1.000.000
Rp. 500.000
Rp. 1.500.000
Rp. 2.000.000
Gaji Karyawan (30 Pegawai x 2.500.000) Rp. 75.000.000
Maintance Perbulan Rp. 10.000.000




Total Rp. 202.000.000


  • Pasar/Sasaran yang dihadapi?
    Untuk sasaran yang akan dihadapi dalam menjalankan bisnis ini ialah kalangan remaja terutama kalangan anak-anak. Karena anak-anak sangat menyukai dengan binatang dan dengan adanya restoran/café ini, mereka akan mendapatkan pengalaman baru dan tentunya mendapatkan edukasi dalam menyayangi binatang. Dengan konsep ini bagi semua kalangan kita dapat relax dari banyak pekerjaan/pelajaran yang kita hadapi dengan melihat tingkah laku yang dilakukan hewan saat kita berkunjung ke restoran tersebut.

    Penetapan harga yang saya terapkan adalah minimum payment , jadi sistem yang saya rancang ini semakin dekat dengan view menghadap ke hewan maka semakin besar min payment , lalu untuk outdoor kita memiliki harga khusus.
    Berikut adalah rinciannya :

    Indoor :
    Sofa langsung menghadap view ke hewan : Rp. 300.000
    Reguler : Rp. 150.000

    Outdoor :
    Makan bersama dan berinteraksi langsung serta dapat berfoto langsung dengan hewan : Rp. 500.000


  • Profit :
    Untuk masalah profit, mari kita berestimasi.
    Jika dalam waktu sehari terdapat jumlah pelanggan sebesar 60 orang dalam waktu 10 jam, jika 10 diantaranya memilih outdoor maka kita dapat memperoleh Rp.5.000.000 dan 20 memilih indoor sofa maka kita dapat memperoleh 6.000.000
    dan 30 diantaranya memilih regular maka kita memperoleh Rp.4.500.000. Maka dalam waktu 1 hari kita dapat memperoleh pendapatan sebesar Rp.15.500.000, Lalu bagaimana kalo dalam waktu weekend? Dan bagaimana jika restoran kami dijadikan sebuah event? Maka kita dapat memperoleh laba yang sangat besar tentunya .
  • Prospek di Masa Depan :
    Bagi saya , bisnis ini memiliki prospek yang cerah walaupun kita memerlukan dana yang sangat besar namun mendapatkan kepuasan yang sama dan mendapatkan laba yang besar, dan perlu kita ketahui banyak kalangan saat ini ingin mendapatkan pengalaman baru dalam menyatap sebuah hidangan dan yang jarang mereka temui Begitupun dengan pelanggan yang merocek kantong yang cukup dalam akan mendapatkan beberapa keuntungan disana khususnya bagi anak-anak mereka akan sangat merasa senang dapat makan bersama kumpulan hewan yang bersahabat dengan manusia lalu mereka juga mendapatkan edukasi untuk selalu menyayangi binatang tentunya.

Minggu, 23 November 2014

Paper Kewirausahaan



MAKALAH
KEWIRAUSAHAAN

Makalah ini disusun guna memenuhi tugas
mata kuliah Pengantar Bisnis








Disusun Oleh :
Candraditya Pradipta
22214278










KATA PENGANTAR

            Puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada kehadirat Allah SWT yang telah memberikan begitu banyak nikmat yang mana makhluk-Nya pun tidak akan menyadari begitu banyak nikmat yang telah didapatkan dari Allah SWT. Selain itu, penulis juga merasa sangat bersyukur karena telah mendapatkan hidayah-Nya baik iman maupun islam.
            Dengan nikmat dan hidayah-Nya pula kami dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang merupakan tugas mata kuliah Pengantar Bisnis. Penulis sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada dosen pengampu mata kuliah Kewirausahaan,
            Penulis menyadari dalam makalah ini masih begitu banyak kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan baik dari isinya maupun struktur penulisannya, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran positif untuk perbaikan dikemudian hari.
            Demikian semoga makalah ini memberikan manfaat umumnya pada para pembaca dan khususnya bagi penulis sendiri. Amin.


Depok , 24 November  2014

                                                                                                     Penulis





BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Kewirausahaan (Entrepreneurship) adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu. Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.
Wirausaha secara historis sudah dikenal sejak diperkenalkan oleh Richard Castillon pada tahun 1755. Beberapa istilah wirausaha seperti di Belanda dikenadengan ondernemer, di Jerman dikenal dengan unternehmer. Pendidikan kewirausahaan mulai dirintis sejak 1950-an di beberapa negara seperti Eropa, Amerika, dan Kanada. Bahkan sejak 1970-an banyak universitas yang mengajarkan kewirausahaan atau manajemen usaha kecil. Pada tahun 1980-an, hampir 500 sekolah di Amerika Serikat memberikan pendidikan kewirausahaan. DI Indonesia, kewirausahaan dipelajari baru terbatas pada beberapa sekolah atau perguruan tinggi tertentu saja. Sejalan dengan perkembangan dan tantangan seperti adanya krisis ekonomi, pemahaman kewirausahaan baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan-pelatihan di segala lapisan masyarakat kewirausahaan menjadi berkembang.
Orang yang melakukan kegiatan kewirausahaan disebut wirausahawan. Muncul pertanyaan mengapa seorang wirausahawan (entrepreneur) mempunyai cara berpikir yang berbeda dari manusia pada umumnya. Mereka mempunyai motivasi, panggilan jiwa, persepsi dan emosi yang sangat terkait dengan nilai nilai, sikap dan perilaku sebagai manusia unggul.

 









     Pada makalah ini dijelaskan tentang pengertian, hakekat, ciri-ciri dan karakteristik dan peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.
B.     Topik Bahasan
1.      Pengertian kewirausahaan
2.      Hakekat kewirausahaan
3.      Ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan
4.      Peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional

C.    Tujuan
1.      Dapat memahami pengertian kewirausahaan.
2.      Dapat memahami hakekat kewirausahaan
3.      Dapat memahami ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan.
4.      Dapar ,memahami peran kewirausahaan dalam perekonomian nasional.











                                                                



                                                                 BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
Berasal dari kata enterpteneur yang berarti orang yang membeli barang dengan harga pasti meskipun orang itu belum mengetahui berapa harga barang yang akan dijual. Wirausaha sering juga disebut wiraswasta yang artinya sifat-sifat keberanian, keutamaan, keteladanan dalam mengambil resiko yang bersumber pada kemampuan sendiri. Meski demikian wirausaha dan wiraswasta sebenarnya memiliki arti yang berbeda . Wiraswasta tidak memiliki visi pengembangan usaha sedangkan wirausaha mampu terus berkembang dan mencoba usaha lainnya. Istilah lainnya yang semakna dengan wirausaha adalah wiraswasta. Istilah wiraswasta lebih sering dipakai dan lebih dikenal daripada wirausaha. Padahal, keduanya bermakna sama dan merupakan padanan dari kata entrepreneur. Kata wiraswasta berasal dari gabungan wira-swa-sta dalam bahasa sansekerta. Wira berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang; swa berarti sendiri atau mandiri; sta berarti berdiri; swasta berarti berdiri ditas kaki sendiri atau dengan kata lain berdiri di atas kemampuan sendiri. Sedangkan wirausahawan mengandung arti secara harfah, wira berarti berani dan usaha berarti daya upaya atau dengan kata lain wirausaha adalah kemampuan atau keberanian yang dimiliki oleh seseorang untuk melihat dan menilai kesempatan bisnis, mengumpulkan sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat dan mengambil keuntungan dalam rangka meraih kesuksesan.
Berdasarkan makna-makna tersebut, kata wiraswasta atau wirausaha berarti pejuang yang gagah, luhur, berani dan pantas menjadi teladan di bidang usaha. Dengan kalimat lain, wirausaha adalah orang-orang yang mempunyai sifat-sifat kewiraswastaan atau kewira-usahaan. Ia bersikap berani unuk mengambil resiko. Ia juga memiliki leutamaan, kreatifitas, dan teladan dalam menangani usaha atau perusahaan. Keberaniannya berpijak pada kemampuan sendiri atau kemandiriannya. Pengertian lainnya menyebutkan kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi.
Kewirausahaan memiliki arti yang berbeda-beda antar para ahli atau sumber acuan karena berbeda-beda titik berat dan penekanannya. Richard Cantillon (1775) misalnya, mendefinisikan kewirausahaan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi inikewirausahaan adalah lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi risiko atau ketidakpastian. Berbeda dengan para ahli lainnya, menurut Penrose (1963) kegiatan kewirausahaan mencakup indentfikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi sedangkan menurut Harvey Leibenstein (1968, 1979) kewirausahaan mencakup kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya dan menurut Peter Drucker, kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.









B.
     HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu :
1.      Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994).
2.      Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).
3.      Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).
4.      Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
5.       Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.
6.      Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.







C.    CIRI  - CIRI  DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·         Percaya diri
·         Berorientasikan tugas dan hasil
·         Pengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         Jujur dan tekun

Menurut Munawir Yusuf (1999)
Ciri kewirausahaan yaitu:
1. Motivasi berprestasi
2. Kemandirian
3. Kreativitas
4. Pengambilan resiko (sedang)
5. Keuletan
6. Orientasi masa depan
7. Komunikatif dan reflektif
8. Kepemimpinan
9. Locus of Contro
10. Perilaku instrumental
11. Penghargaan terhadap uang.

Ciri dan Kemampuan Wirausahaan Tangguh:
·         Berpikir dan bertindak strategik, adaptif terhadap perubahan dalam berusaha mencari peluang keuntungan termasuk yang mengandung resiko agak besar dan dalam
mengatasi masalah.
·         Selalu berusaha untuk mendapat keuntungan melalui berbagai keunggulan dalam memuaskan langganan.
·         Berusaha mengenal dan mengendalikan kekuatan dan kelemahan perusahaan (dan pengusahanya) serta meningkatkan kemampuan dengan sistem pengendalian intern.
·         Selalu berusaha meningkatkan kemampuan dan ketangguhan perusahaan terutama dengan pembinaan motivasi dan semangat kerja serta pemupukan permodalan.

Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·      Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
·      Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik ddan memiliki inisiatif.
·      Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
·      Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
·      Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
·      Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
·      Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ) mengemungkakan delapan karakteristik yang meliputi :
·      Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya.
·      Lebih memilih risiko yang moderat.
·      Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil
·      Selalu menghendaki umpan balik yang segera
·      Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan
·      Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik .
·      Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
·      Selalu menilai prestasi dengan uang.




D.    PERAN WIRAUSAHAAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
Seorang wirausaha berperan baik secara internal maupun eksternal. Secara internal seorang wirausaha berperan dalam mengurangi tingkat kebergantungan terhadap orang lain, meningkatkan kepercayaan diri, serta meningkatkan daya beli pelakunya. Secara eksternal, seorang wirausaha berperan dalam menyediakan lapangan kerja bagi para pencari kerja. Dengan terserapnya tenaga kerja oleh kesempatan kerja yang disediakan oleh seorang wirausaha, tingkat pengangguran secara nasional menjadi berkurang.
Menurunnya tingkat pengangguran berdampak terhadap naiknya pendapatan perkapita dan daya beli masyarakat, serta tumbuhnya perekonomian secara nasional. Selain itu, berdampak pula terhadap menurunnya tingkat kriminalitas yang biasanya ditimbulkan oleh karena tingginya pengangguran.
Seorang wirausaha memiliki peran sangat besar dalam melakukan wirausaha. Peran wirausaha dalam perekonomian suatu negara adalah:
  • Menciptakan lapangan kerja
  • Mengurangi pengangguran
  • Meningkatkan pendapatan masyarakat
  • Mengombinasikan faktor–faktor produksi (alam, tenaga kerja, modal dan keahlian)
  • Meningkatkan produktivitas nasiona










BAB III
KESIMPULAN DAN PENUTUP


A.    KESIMPULAN
1.      PENGERTIAN KEWIRAUSAHAAN
kewirausahaan adalah proses menciptakan sesuatu yang lain dengan menggunakan waktu dan kegiatan disertai modal dan resiko serta menerima balas jasa dan kepuasan serta kebebasan pribadi. Kewirausahaan adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya.

2.      HAKEKAT KEWIRAUSAHAAN
Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana,2003 : 13), yaitu : nilai, kemampuan, proses penerapan kreativitas dan inovasi, usaha, sesuatu yang baru, dan nilai tambah

3.      CIRI – CIRI DAN KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN
Terdapat beberapa ciri – ciri dan karakteristik kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausahaan adalah:
·         Percaya diri
·         Berorientasikan tugas dan hasil
·         Pengambil risiko
·         Kepemimpinan
·         Keorisinilan
·         Berorientasi ke masa depan
·         Jujur dan tekun

Karakteristik kewirausahaan yaitu :
·           tanggung jawab
·            resiko
·           Percaya
·           umpan balik
·           prioritas ke masa depan
·           semangat kerja
·           prestasi
·           ketrampilan.

4.      PERAN WIRAUSAHAAN DALAM PEREKONOMIAN NASIONAL
Ø  Menciptakan lapangan kerja
Ø  Mengurangi pengangguran
Ø  Meningkatkan pendapatan masyarakat
Ø  Mengombinasikan faktor–faktor produksi
Ø  Meningkatkan produktivitas nasiona



B.     PENUTUP

Terimakasih atas berkat kesempatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa   makalah ini dapat terselesaikan sesuai waktunya. Demikian yang dapat kami sampaikan dan tulisan dalam makalah ini , jika ada kekurangan maka kami selaku penulis memohon maaf yang sebesar besarnya serta besar harapan kami untuk mendapatkan saran-saran yang bermanfaat.








DAFTAR PUSTAKA

“Anonim”. 2012. Pengertian Kewirausahaan. diambil dari http:// www.bisnis-pengertianKewirausahaan.com. Pada tanggal 14 November 2014.
“Anonim”. 2009. Ciri-ciri Kewirausahaan Unggul/Berhasil. diambil dari http://ciri-cirikewirausahaanunggul_berhasil.com. Pada tanggal 14 November 2014.
“Anonim”. 2009. Karakteristik Kewirausahaan. diambil dari http://karakteristik-wirausahaan.com. Pada tanggal 16 November  2014.
“Anonim”. 2009. Kewirausahaan. diambil dari http://kewirausahaan-kang_amin.com. Pada tangaal 16 November 2014.
“Anonim”.2012. Kewirausahaan. diambil dari http://wikipedia.com. Pada tanggal 20 November 2014